Tentang Vaksin, Windows KW, dan Minyak Babi
![]() |
| Rumah tercinta |
Nah, membaca gonjang ganjing vaksin ini, saya jadi teringat
lagi salah satu tweet viral tentang masyarakat Indonesia yang masih belum bisa
lepas dari budaya pembajakan. Isu ini juga pernah dibahas melalui podcast (saya
lupa podcastnya siapa). Setelah banyak berdiskusi, dari kedua media sosial
tersebut menyimpulkan bahwa, kegiatan pembajakan sejatinya tidak boleh
dilakukan dan kalau kita kaitkan dengan agama, tindakan ini haram hukumnya. Katanya
sih, berarti kalau kita bekerja menggunakan laptop yang windows-nya KW, berarti
rejeki yang kita dapatkan tidak berkah dan otomatis haram juga. Hmm..saya jadi
agak kepikiran dengan semua kesimpulan ini, karena jujur saya juga masih
mengkonsumsi barang-barang KW. Bukan tidak sengaja sih pastinya, sebab
kemampuan finansial memang terbatas dan menyesuaikan kebutuhannya juga. Itu lah
pertimbangan saya ketika saya harus beli barang original atau KW.
Sementara itu, jujur lagi nih, sebagian besar penghasilan
saya juga datang dari laptop ber-windows KW ini. Duh, apa berarti rejeki yang
saya dapat tidak berkah ya?. Kalau vaksin yang mengandung babi saja akhirnya
dihalalkan karena untuk kepentingan yang baik. Lalu bagaimana dengan nasib
orang yang kerja pakai windows bajakan demi sesuap nasi?. Ini mirip dengan
cerita film barat (lagi-lagi lupa judulnya), tentang orang yang suka merampok
dan uang hasil rampkannya itu untuk menolong orang. Ah dilema saya tuh jadinya.
Lanjut lagi soal minyak babi. Dua tahun lalu saya
melaksanakan keajiban akademik saya yaitu, KKN di Kota Tomohon dan Kabupaten
Minahasa, Sulawesi Utara. Singkat cerita, lokasi desa tempat saya tinggal
penduduknya beragama kristen semua. Mengkonsumsi daging babi tentu sudah jadi
hal yang umum, bahkan masak makanan sayur atau daging yang lain pun mereka
masih menggunakan minyak babi. Sebelum saya tahu kalau rata-rata masakan di
sini dimasak pakai minyak babi, saya sempat tak sengaja makan ikan goreng yang
dimasak dengan minyak babi. Saya pun terheran-heran kenapa bisa seenak ini.
Baru deh teman saya kasih tahu, kalau warga di sini hampir semuanya menggunakan
minyak babi untuk masak apapun. Oh jadi itu ya rahasianya kenapa bisa enak
banget gini? wkwk ampun. Beberapa teman saya bilang, cari makanan halal di sini
sulit. Disamping kelelahan dan makan tidak teratur, karena survei ke banyak
tempat dalam 1 hari, plus mengerjakan program, banyak teman-teman saya yang
akhirnya jatuh sakit. Jadi makan makanan yang dimasak minyak babi boleh-boleh
saja dari pada sakit, begitu saran dari teman saya. Kalau dari aturan agama
saya kurang paham juga, apakah diperbolehkan jika kondisinya sudah mendesak. Apakah
bisa dihalalkan sama seperti kasus vaksin yang mengandung babi itu.
Demikian rupa-rupa pikiran saya. Kadang kebingungan-kebingungan
macam ini yang bikin saya bengong kelamaan di atas closed. Saya tidak terlalu
memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut harus dijawab. Namun, kalau barang
kali ada yang ingin berbagai jawaban boleh banget. Dengan hal-hal kepepet seperti di atas, bukan berarti saya enjoy melakukan sesuatu yang dilarang secara moril dan agama. Percayalah, saya juga ingin hijrah ke barang-barang original huhu.



Komentar
Posting Komentar