Inem yang Hening. Inem yang Kacau
Kala itu Inem
sedang dalam perjalanan menuju tahap baru dalam hidup. Bertemu lingkungan baru
dan tentunya dengan orang-orang baru pula. Apa yang pertamakali dirasakan?.
Takut?. Iya. Cemas. Tentu!. Orang-orang baru seperti apa yang nanti ia temui?.
Obrolan apa yang bakal mereka bawa saat berbicara dengannya nanti?.
Pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa terngiang dikepala Inem, bahkan tidak
hanya saat memulai hidup baru, tetapi hampir setiap saat, momen berbicara
dengan orang bisa jadi problem besar bagi seorang perempuan introvert seperti
Inem.
Berkonflik
dengan diri sendiri seringkali dialami Inem. Hidup diantara orang-orang
ekstrovert, Inem merasa kepribadian introvert bisa jadi bumerang baginya. Maka
dari itu, berbicara lantang tanpa mengumpulkan bahan sebelumnya adalah
cita-citanya. Inem berusaha mengenal banyak orang, mencoba hidup di berbagai
lingkungan pergaulan.
Namun....
Inem tetaplah Inem. Perempuan introvert
Ia menyukai keramaian, tetapi hatinya tetaplah kesepian.
Ia mempunyai banyak rekan, tetapi yang benar-benar
mengenalinya hanya sekian
Ia suka bermain diluar, tetapi tetap berujung jadi anak
rumahan.
Inem tak menggemari jika segala sesuatunya harus di
ekspresikan, dipublikasikan.
Sebagian besar ‘hal’ yang Inem miliki, ia anggap sebagai
sebuah privasi.
Tidak merepotkan orang lain adalah kepuasan tersendiri bagi
Inem.
Bagi Inem, kekuatan terbesar bagi hidupnya adalah dirinya
sendiri.
Namun, bukan berarti Inem tak butuh rekan, bukan...
Inem senang melihat rekannya senang.
Apapun Inem lakukan untuk membuat rekannya terkesan
Tetapi Inem tak menyadari, ia menjadi lupa akan dirinya
sendiri
Sang Ibu menegur Inem, beliau mengatakan bahwa ini justru
menjadi kebiasaan buruknya.
Inem lagi lagi harus serba salah
Kaum Adam pun mungkin ayal menyandingi
Kau perlu berjuang berkali-kali lipat untuk mempelajari
setiap lekuk pikiran dan sikapnya
Lalu bagaimana dengan reaksi Inem?
Entah....ia tak suka menunggu, dan tak suka pula melaju
duluan
Source: www.quora.com/i-a-very-introvert-girl



Komentar
Posting Komentar